<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Virtual Home of Ayska Zia Areta</title>
	<atom:link href="http://www.ayska.com/feed/?show=slide" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ayska.com</link>
	<description>Tumbuh Kembang Anak dari Kelahiran Hingga Kini</description>
	<lastBuildDate>Wed, 03 Jun 2009 14:44:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Penahanan Ibu Prita Mulyasari merupakan yang terburuk dan memalukan dalam sejarah internet Indoensia</title>
		<link>http://www.ayska.com/2009/06/kasus-prita-mulyasari-vs-rs-omni-internasional/</link>
		<comments>http://www.ayska.com/2009/06/kasus-prita-mulyasari-vs-rs-omni-internasional/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2009 14:37:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>administrator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Headline Article]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ayska.com/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya Ibu Prita Mulyasari  yang tersandung kasus curhatnya soal keluhan layanan RS Omni Internasional ditangguhkan penahanannya dan menjalani tahanan kota pada Rabu (3/6).  Pasti anak-anak Ibu Priska juga senang ya&#8230;..Ayska sih cuman mau berkomentar,  entah menang atau kalah, RS Omni tetap akan merugi besar karena telah salah langkah menggugat email berisi keluhan seorang ibu&#8230;..Ssssst sekedar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.ayska.com/wp-content/uploads/2009/06/prita.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-117" title="prita" src="http://www.ayska.com/wp-content/uploads/2009/06/prita.jpg" alt="prita" width="200" height="266" /></a>Akhirnya Ibu Prita Mulyasari  yang tersandung kasus curhatnya soal keluhan layanan RS Omni Internasional ditangguhkan penahanannya dan menjalani tahanan kota pada Rabu (3/6).  Pasti anak-anak Ibu Priska juga senang ya&#8230;..Ayska sih cuman mau berkomentar,  entah menang atau kalah, RS Omni tetap akan merugi besar karena telah salah langkah menggugat email berisi keluhan seorang ibu&#8230;..Ssssst sekedar sharing aja nih, di lembar siaran pers RS Omni, mereka para pengacara yang membuat siaran pers itu tak tahu lho beda antara situs dengan email, dia bilang surat keluhan Ibu prita dikirim ke situs customercare@banksinarmas.com kekekekekek Ayska jadi sanksi nih apa para pihak yang bertikai di sini tahu soal email dan situs web? jangan2 gak punya alamat email hihi&#8230;prihatin deh&#8230;.semoga rs lain tak mengikuti jejak memalukan seperti ini&#8230;.Ayska sih dalam hal ini gak menyalahkan UU ITE yang sudah  disyahkan, menurutku ini sih murni ketelodoran para pihak yang tak paham soal curhat via email&#8230;wong email itu wilayah private kok bukan public&#8230;.kecuali situs web memang public (masalahnya, pengacara omni di siaran pers itu menyebut alamat email sebagai situs&#8230;&#8230;.duh&#8230;..) Kasus ini merupakan yang terburuk dan memalukan dalam sejarah internet di Indoensia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ayska.com/2009/06/kasus-prita-mulyasari-vs-rs-omni-internasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Akses internet dengan Indosat Broadband IM2</title>
		<link>http://www.ayska.com/2009/02/akses-internet-dengan-indosat-broadband-im2/</link>
		<comments>http://www.ayska.com/2009/02/akses-internet-dengan-indosat-broadband-im2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Feb 2009 10:12:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>administrator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[3]]></category>
		<category><![CDATA[3G]]></category>
		<category><![CDATA[5G]]></category>
		<category><![CDATA[broadband]]></category>
		<category><![CDATA[ciledug]]></category>
		<category><![CDATA[gprs]]></category>
		<category><![CDATA[im2]]></category>
		<category><![CDATA[indosat broadband]]></category>
		<category><![CDATA[koneksi internet]]></category>
		<category><![CDATA[mahkota simprug]]></category>
		<category><![CDATA[matrix]]></category>
		<category><![CDATA[unlimited bandwidth]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ayska.com/?p=106</guid>
		<description><![CDATA[Sudah satu tahun keluarga Ayska.com menggunakan Indosat Broadband IM2. Bukannya apa-apa, tapi karena koneksi inilah yang pertama menawarkan koneksi 3G di areal Ciledug. Saya sempat mencoba berlangganan XL Broadband 3,5G,  tapi hasilnya nihil, jangankan koneksi 3G, GPRS pun gak kuat ngangkat email di Gmail. Sekarang terasa banget IM2 makin lambat dan benar-benar tak bisa diajak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah satu tahun keluarga Ayska.com menggunakan Indosat Broadband IM2. Bukannya apa-apa, tapi karena koneksi inilah yang pertama menawarkan koneksi 3G di areal Ciledug. Saya sempat mencoba berlangganan XL Broadband 3,5G,  tapi hasilnya nihil, jangankan koneksi 3G, GPRS pun gak kuat ngangkat email di Gmail.</p>
<p>Sekarang terasa banget IM2 makin lambat dan benar-benar tak bisa diajak &#8220;bekerja&#8221;.  Untuk memposting berita ini saja, butuh  ekstra  waktu  karena koneksi yang semakin tak nyaman.</p>
<p>Di bawah ini statistik koneksi IM2 di Mahkota Simprug, Ciledug, Tangerang, tgl 15 Feb 2009:</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://www.speedtest.net/result/411310369.png"><img title="Koneksi Indosat IM2 di Ciledug" src="http://www.speedtest.net/result/411310369.png" alt="Koneksi Indosat IM2 di Ciledug" width="300" height="135" /></a><p class="wp-caption-text">Koneksi Indosat IM2 di Ciledug</p></div>
<p>Setelah merasakan koneksi IM2 yg lambat, pertanyaannya adalah lalu koneksi apa yang bisa diandalkan???</p>
<p>Saat ini saya berencana untuk pindah koneksi, ada dua alternatif mungkin yang bisa dijadikan pilihan: pertama adalah pake Telkomflash Broadband, saya  cek telkomsel broadband 3G ini terdeteksi di modem HSDPA saya, jadi kemungkinan bisa jadi alternatif. Alternatif kedua adalah pake koneksi unlimited Indosat Broadband 3G yang menggunakan akses kartu Matrix.  Masalahnya, Matrix menggunakan koneksi yang sama dengan Indosat IM2, jadi saya sudah bisa memperkirakan kecepatannya. Hanya, harganya memang menarik yaitu Rp 100.000 unlimited bandwidth.</p>
<p>So, kemungkinan pilihan tepat adalah telkomflash. Tapi saya yakin, seandainya koneksi ini bagus di awal, pasti di kemudian hari setelah usernya banyak, nasibnya akan kembali seperti IM2 yang lambaaaaaaaaat.</p>
<p>So, gembar-gembor soal broadband 3,5 G itu sebenarnya hanya isapan jempol belaka, kita hanya menjadi korban dari berbagai gimick iklan itu&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ayska.com/2009/02/akses-internet-dengan-indosat-broadband-im2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Akses internet pake kartu Axis</title>
		<link>http://www.ayska.com/2009/02/akses-internet-axis/</link>
		<comments>http://www.ayska.com/2009/02/akses-internet-axis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Feb 2009 05:50:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>administrator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[axis]]></category>
		<category><![CDATA[ciledug]]></category>
		<category><![CDATA[gsm]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[kartu axis]]></category>
		<category><![CDATA[kecepatan axis]]></category>
		<category><![CDATA[mahkota simprug]]></category>
		<category><![CDATA[speedtest]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ayska.com/?p=103</guid>
		<description><![CDATA[Tergoda untuk mencoba akses internet axis nih, Nomor dial : *99***1# Username: axis Password: 123456 APN:  axis Dari tempat saya di Mahkota Simprug, Ciledug, jaringan yang terdeteksi adalah EDGE. Koneksinya lumayan gampang dan langsung blung&#8230;connected&#8230;tapi ya itu masih lambat dibanding IM3 nya Indosat. Tapi axis unggul karena:&#8230;..murah&#8230;hahahaa. Hasil kecepatan koneksinya ada di sini :]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tergoda untuk mencoba akses internet axis nih,</p>
<p>Nomor dial : *99***1#</p>
<p>Username: axis</p>
<p>Password: 123456</p>
<p>APN:  axis</p>
<p>Dari tempat saya di Mahkota Simprug, Ciledug, jaringan yang terdeteksi adalah EDGE. Koneksinya lumayan gampang dan langsung blung&#8230;connected&#8230;tapi ya itu masih lambat dibanding IM3 nya Indosat. Tapi axis unggul karena:&#8230;..murah&#8230;hahahaa.</p>
<p>Hasil kecepatan koneksinya ada di sini :</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img title="Kecepatan akses internet axis di ciledug" src="http://www.speedtest.net/result/408656197.png" alt="Kecepatan akses internet axis di ciledug" width="300" height="135" /><p class="wp-caption-text">Kecepatan akses internet axis di ciledug</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ayska.com/2009/02/akses-internet-axis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ulang Bulan Ayska</title>
		<link>http://www.ayska.com/2009/01/ulang-bulan-ayska/</link>
		<comments>http://www.ayska.com/2009/01/ulang-bulan-ayska/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jan 2009 01:47:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>administrator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[ayska]]></category>
		<category><![CDATA[berat badan]]></category>
		<category><![CDATA[ciledug]]></category>
		<category><![CDATA[rs sari asih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ayska.com/2009/01/ulang-bulan-ayska/</guid>
		<description><![CDATA[Tak terasa, Ayska udah satu bulan heheheheee&#8230;..udah naik 1 kg lebih beratnya&#8230;.hmm pipinya itu lho&#8230;..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tak terasa, Ayska udah satu bulan heheheheee&#8230;..udah naik 1 kg lebih beratnya&#8230;.hmm pipinya itu lho&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ayska.com/2009/01/ulang-bulan-ayska/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenapa memilih Cesar?</title>
		<link>http://www.ayska.com/2009/01/kenapa-memilih-cesar/</link>
		<comments>http://www.ayska.com/2009/01/kenapa-memilih-cesar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jan 2009 02:16:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>administrator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Melahirkan]]></category>
		<category><![CDATA[bayi]]></category>
		<category><![CDATA[caesar]]></category>
		<category><![CDATA[cesar]]></category>
		<category><![CDATA[dokter]]></category>
		<category><![CDATA[operasi sesar]]></category>
		<category><![CDATA[rs sari asih]]></category>
		<category><![CDATA[sesar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ayska.com/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[Jumat malam, 27 Des 2008, Mbak Cipi yang mendengar informasi kalau janin Ayska terbelit tali pusar langsung menelpon dengan nada panik. &#8220;Kenapa belum masuk rumah sakit? Udah ditanyakan ke dokter dampak belitan tali pusar itu? Aman ga bagi bayi? Melahirkan dengan cara cesar itu bukan berarti tidak bisa menjadi ibu yang baik lho&#8230;.&#8221; Nada pertanyaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jumat malam, 27 Des 2008, Mbak Cipi yang mendengar informasi kalau janin Ayska terbelit tali pusar langsung menelpon dengan nada panik. &#8220;Kenapa belum masuk rumah sakit? Udah ditanyakan ke dokter dampak belitan tali pusar itu? Aman ga bagi bayi? Melahirkan dengan cara cesar itu bukan berarti tidak bisa menjadi ibu yang baik lho&#8230;.&#8221;</p>
<p><span id="more-92"></span></p>
<div id="attachment_97" class="wp-caption alignleft" style="width: 510px"><a href="http://www.ayska.com/wp-content/uploads/2009/01/detakjantung2.jpg"><img class="size-full wp-image-97" title="detakjantung2" src="http://www.ayska.com/wp-content/uploads/2009/01/detakjantung2.jpg" alt="Rekam Detak Jantung" width="500" height="375" /></a><p class="wp-caption-text">Rekam Detak Jantung</p></div>
<p>Nada pertanyaan itu akhirnya merisaukan saya. Sebagai bapaknya Ayska, saya memang santai-santai saja hingga malam itu karena dokter juga santai saja ketika menyampaikan adanya belitan tali pusar pada leher ayska. &#8220;Masih normal saja, nanti tetap akan diupayakan lahir normal, kalau tak ada pembukaan atau kontraksi, akan kita induksi&#8230;.paling lambat hari Minggu (28 Des 2008) harus masuk rumah sakit ya,&#8221; begitu kata dokter yang menangani Ayska.</p>
<p>Karent itu, saya tenang saja dan menunggu tanggal 28 Des karena memang hingga Jumat 27 Des tak ada tanda-tanda kontraksi. Ibunya Ayska juga santai-santai saja. Jumat pagi, kami sempat jalan pagi yang memakan waktu hingga 1,5 jam, ini merupakan jalan pagi kami yang paling jauuuuuuuhhh selama ini. Katanya, dengan jalan pagi akan memudahkan kelahiran dan kontraksi. Gak tahu deh ilmiahnya gimana.</p>
<p>Telpon dari Mbak Cipi malam itu membuat saya ikut gusar. Maka, saya segera pulang, menanyakan kepada istri apa yang dirasakan. Tak ada yg dirasakan ternyata. Tak ada kontraksi. Tapi, malam itu saya tidur dengan gusar.</p>
<p>Sabtu siang, 27 Des 2008, kami memutuskan kontrol ke dokter untuk melihat pasokan air ketuban bayi apa cukup gak. Soalnya, Sabtu ini sudah memasuki minggu ke-40.</p>
<p>Dokter bilang, setelah minggu ke-40 memang sudah masuk &#8216;gawat janin&#8217;. Saya telp kakak saya, Tri Nafaroh, bidan yang cukup ternama di Pekalongan, untuk menanyakan soal gawat janin ini. &#8220;Kalau di Pekalongan, dokter-dokter masih berani menunggu janin hingga minggu ke-42, dokter yang moderat memakai patokan sampai minggu ke-41, jadi kalau masih minggu ke-40 masih aman sebenarnya,&#8221; katanya.</p>
<p>Persoalannya, saya meragukan semua perhitungan baik perhitungan istri, perhitungan dokter,  maupun perhitungan saya sendiri hehehehhe&#8230;.semua beda. So, jalan tengahnya ya sudahlah kita ikut perhitungan dokter.</p>
<p>DETAK JANTUNG TINGGI</p>
<p>Setelah periksa rutin, dokter menyarankan untuk rekam jantung  janin. &#8220;Kalau belum mau masuk ke rs hari minggu, paling lambat Senin ya,&#8221; begitu kata dokter.</p>
<p>Maka, sore itu hanya untuk rekam jantung saja. Dari sinilah horor psikologis dimulai&#8230;.</p>
<p>Rekam jantung dilakukan di ruang yang biasa digunakan untuk melahirkan. Jadi, kami dicampur dengan orang-orang yang mau melahirkan. Suara teriakan, bacaan istighfar dari ibu-ibu yang mau berjuang melahirkan, rintihan ibu yang sedang mengalami pembukaan, membahana di mana-mana di sekitar kami. Waduh, jelas ini tidak baik buat psikologis ibunya Ayska.</p>
<p>Hasil rekam jantung pun mengejutkan. Detak jantung Ayska berkisar pada angka 180. Itu berarti, nafas Ayska di dalam kandungan sana benar-benar ngos-ngosan. Suasana hati kami pun jadi panik.</p>
<p>Hasil rekam jantung itu kemudian dikonsultasikan suster ke dokter. Dokter menyarankan untuk test ulang dan harus ada upaya menurunkan detak jantung Ayska. Maka, ibunya ayska pun diberi oksigen dan juga infus cairan elektrolit. Juga diberi makan dan minum cukup.</p>
<p>Pagi harinya, ibunya Ayska memang hanya makan tiga sendok nasi doank. Minumnya juga sedikit. Kemungkinan faktor inilah yang membuat janin ngos-ngosoan. tapi, anaisis lain: jangan-jangan air ketubannya sudah tidak cukup lagi, atau jangan-jangan belitan tali pusar itu membuat dia susah untuk mengabsorbsi makanan?????? Kami tak punya akses ke dokter langsung untuk menanyakan kondiri Ayska..jadi kami hanya menebak-nebak saja&#8230;..sungguh sebuah horor psikologis&#8230;&#8230;</p>
<p>Saya menelpon kakak saya yang bidan itu. &#8220;Kalau sudah punya riwayat jantung seperti itu, coba konsultasikan ke dokter gimana baiknya agar ibu dan anaknya selamat. Kalau menurut saya, kalau janin sudah punya riwayat jantung seperti itu, jika diinduksi pasti nanti bayi akan stress dan detak jantung bisa tidak beraturan lagi&#8230;.., jadi kalau dokter menyarankan cesar, ya kemungkinan itu jalan yang terbaik,&#8221; kata kakak saya.</p>
<p>Dokter di rs sari asih menyarankan untuk test detak jantung lagi. Tunggu 2 jam lagi, nanti akan dilihat detak jantungnya sudah bagus atau belum. Kalau bagus, maka induksi kemungkinan bisa dilakukan. Untuk bisa induksi, detak jantung bayi harus bagus dan menunjukkan aktifitas normal yang responsif. Ini ditandai dengan grafik rekam jantung yang naik turun seperti gunung-gunung.</p>
<p>Setelah dua jam, test pun dimulai. Alhamdulillah, detak jantung janin sudah turun..pada kisaran 130-140. Tapi persoalannya, untuk meyakinkan dokter bahwa bayi itu responsif dan aktif, grafiknya juga harus ada yang naik yg menunjukkan aktifitas bayi.</p>
<p>&#8220;Wah bayinya tidur ya bu, ayo dibangunin biar grafikya bagus,&#8221; kata suster. Suster pun juga berusaha membangunkan bayi dengan menekan-nekan perut ibunya Ayska. Saya pun ikut-ikutan membantu membangunkan Ayska. Tapi tetap gagal&#8230;grafik tetap flat di kisaran 130-140..ini tak biasa dengan Ayska karena sepekan sebelumnya grafiknya bagus.</p>
<p>Lewat suster, dokter pun minta test diulang. Nunggu 2 jam lagi untuk melihat pergerakan bayi, siapa tahu sudah bangun.</p>
<p>Di saat menunggu itulah, di kamar sebelah kami yang dibatasi dengan kain, seorang ibu yang mau melahirkan, sudah pembukaan satu, kehilangan bayinya. Keputusan kalau bayinya sudah tidak ada itu didengar langsung oleh istri saya.</p>
<p>Isak tangis terdengar jelas dari tempat kami karena cuman dibatasi kain. Istri saya tampak ikut larut dalam kesedihan. &#8220;Kasihan bayinya sudah tidak ada,&#8221; kata istri saya, ikut merasakan betapa pedihnya kehilangan bayi.</p>
<p>Soal meninggalnya bayi di kamar sebelam kami itu sebenarnya ada cerita tersendiri yang tak sengaja kami dengar. Tapi, cerita itu tak layak disampaikan di sini. Hanya, kami menyesalkan kenapa hanya untuk rekam jantung bayi saja kami harus dicampur dengan mereka yang memang sudah siap melahirkan? Kami sebenarnya datang ke rs hanya untuk kontrol rutin dan belum mau masuk ke rs untuk melahirkan.</p>
<p>Psikologis ibunya Ayska jadi down. Konon kata istri saya, dari pelajaran ibu sebelah yang kehilangan bayinya itu, istri saya sudah bertekad apa pun yang terjadi, apa pun yang direkomendasikan dokter, akan dia terima asalkan bayi saya selamat.</p>
<p>Pelajaran penting: jika Anda sedang kontrol dan belum siap mau melahirkan, jangan mau dicampur dengan ibu-ibu yang sudah mau melahirkan hanya untuk rekam jantung.</p>
<p>Setelah dua jam menunggu, untuk ketiga kalinya dilakukan test rekam jantung lagi. Kali ini, sudah mulai ada tanjakan grafis naik, namun tetap didominasi grafik datar di kisaran 130-140. Artinya, grafik ini tidak menggembirakan.</p>
<p>Maka, kami pun memutuskan sendiri untuk tetap di RS untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan.</p>
<p>Malam itu tetap menjadi horor bagi kami karena kami harus memutuskan apakah bayi akan dilhirkan normal atau cesar. Wajah ibunya Ayska semakin pucat, bibirnya putih. Saya tahu, ini karena dampak berabgai tekanan horor psikologis yang kami alami di kamar rekam jantung itu.</p>
<p>Kami pun pindah ke ruang observasi dan sudah resmi inap di rs.</p>
<p>Dokter menjanjikan akan menemui kami pukul 22.00. Namun sampai pukul 24.00 dokter pun belum bisa mampir ke tempat kami karena masih sibuk dengan pasien lain. Kami mengerti karena di ruang bersalin sudah menunggu pasien-pasien lain.</p>
<p>Pukul 02.00, itu artinya sudah masuk hari minggu 28 desember, dokter datang dan meminta ibunya ayska diperiksa di kamar bersalin. Dari pemeriksaaan itu, ternyata belum juga ada pembukaan padahal sudah lewat 40 minggu.</p>
<p>&#8220;Kita operasi saja, cesar,&#8221; begitu keputusan dokter.</p>
<p>Mendengar keputusan itu, saya pun tak kaget dan juga tak berkomentar apa-apa. Saya pun diminta menandatangani form operasi cesar untuk istri saya.</p>
<p>Saya berfikir, bisa jadi inilah jalan terbaik buat istri dan bayi kami. Istri saya juga sudah siap jika memang diputuskan cesar. Dampak dari kamar horor sebelumnya itu memang membuat istri saya lebih mementingkan keselamatan bayi daripada memikirkan takutnya dioperasi.</p>
<p>Faktor yang membuat kami mantap untuk cesar adalah adanya belitan tali pusar, tak adanya kontraksi yang dialami ibunya Ayska, dan juga pengalaman-pengalaman teman-teman yang pernah diinduksi.</p>
<p>Teman saya, doe, yang baru saja melahirkan empat bulan lalu, menyarankan kepada saya, &#8220;Jangan pernah mau diinduksi, sakit banget, selain sakit buat ibunya juga bayinya stress. Habis itu, induksi tak menjamin berhasil,&#8221; katanya.</p>
<p>Doe memang pernah diinduksi dan pada pembukaan ke-5 bayi tetap tak mau turun karena kakinya terbelit tali pusar. Akhirnya, doe pun menempuh cesar.</p>
<p>Operasi akan dimulai pukul 08.00.  Dua simbahnya Ayska, yaitu simbah Balikpapan dan simbah Ciledug, juga saya, was-was menanti di luar ruang operasi.</p>
<p>Saat operasi berlangsung, di lantai satu rs sari  asih ciledug berlangsung renovasi. Suaranya gaduh menggema hingga lantai lima. Banyak pasien yang merasa terganggu. Ini membuat saya untuk inisiatif protes ke manajemen. Protes saya diterima dengan baik oleh menajemen dan manajemen berusaha mencari mandor yang menangani renovasi. Saya pun kembali ke ruang tunggu operasi, tapi janji mau menghentikan atau memelankan suara gaduh renovasi itu cuman janji semata. Operasi tetap berjalan dengan diiringi dentuman penghancuran tembok di lantai satu.<br />
Sebelum operas, suster bilang: operasi berlangsung satu jam, kemudian dua jam setelah itu ibu ayska akan menjalani penghangatan badan selama dua jam. Prosedur itu disampaikan dengan baik ke kami.</p>
<p>Di ruang tunggu, simbah dari balikpapan nangis sesenggukan&#8230;menanmbah suasana makin tegang&#8230;.saya hanya bisa berdoa&#8230;simbah dari ciledug tampak lebih tegar&#8230;.</p>
<p>Satu jam setelah masuk operasi, suster memanggil kami. Katanya, saya sudah bisa melihat bayi.</p>
<p>Deg-degan&#8230;.suasana hati saya begitu kacau antara cemas, senang, penuh tanda tanya, dan tak tahu apa lagi&#8230;&#8230;</p>
<p>Begitu membuka pintu ruang menuju kamar operasi, Subhanalllah&#8230;&#8230;&#8230;saya melihat seorang bayi dengan balutan bedong pink&#8230;..warna kulit bersih jernih memancarkan warna pink&#8230;matanya sudah membuka plirak-plirik, lidahnya melet-melet keluar&#8230;seperti kehausan, lidah yg melet-melet ini pernah saya lihat pada tes USG ketika masih dalam kandungan.</p>
<p>&#8220;Anaknya perempuan Pak, cantik,&#8221; begitu suster yang mengantar bayi Ayska. Ayska dibawa dengan alat seperti inkubator. Saya pun langsung lemas, gembira, spontan meneteskan air mata&#8230;.Alhamdulillah ya Allah Engkau telah menganugerahkan puteri yang cantik bagi kami&#8230;&#8221; kegembiraan hari itu tak pernah bisa saya lukiskan&#8230;kegembiraan yang bercampur dengan kecemasan&#8230;..terus ibunya gimana suster????</p>
<p>&#8220;Ibunya sehat,&#8221; kata suster. Lega&#8230;..drama horos psikologs satu malam sebelumnya terbayar sudah dengan lahirnya Ayska yang sehat. Ibunya pun juga sehat.</p>
<p>Di perjumpaan pertama dengan anak saya itu, terasa aneh dan membanggakan&#8230;.ternnyata saya sudah jadi bapak. Mengharukan, makhluk kecil itu luar biasa membuat jantung saya seolah berhenti berdetak&#8230;.inilah &#8220;ayat-ayat Allah&#8221; yang begitu nyata&#8230;.ya anak-anak kita adalah ayat-ayat Allah yang hidup&#8230;&#8230;anugerah indah dari Yang Maha Kuasa&#8230;..begitu hebat ayat-ayat Allah itu memukau saya&#8230;.</p>
<p>(bersambung&#8230;..)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ayska.com/2009/01/kenapa-memilih-cesar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kontrol pertama Ayska dan ibunya</title>
		<link>http://www.ayska.com/2009/01/kontrol-pertama-ayska-dan-ibunya/</link>
		<comments>http://www.ayska.com/2009/01/kontrol-pertama-ayska-dan-ibunya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jan 2009 01:17:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>administrator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[alergi]]></category>
		<category><![CDATA[rs sari asih ciledug]]></category>
		<category><![CDATA[test alergi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ayska.com/?p=88</guid>
		<description><![CDATA[Selasa, 6 Jan 2009, Ayska dan ibunya kontrol untuk pertama kalinya usai melahirkan di RS Sari Asih Ciledug. Ditemani simbah dari Balikpapan, seperti sebelumnya Ayska tenang-tenang saja tak menangis. Berat Ayska naik dari 2,7 kg menjadi 3,1 kg. &#8220;Anaknya sehat banget,&#8221; begitu kata dokter anak yang menangani Ayska. Alhamdulillah&#8230;. Dokter memberi imunisasi polio dan tetap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selasa, 6 Jan 2009, Ayska dan ibunya kontrol untuk pertama kalinya usai melahirkan di RS Sari Asih Ciledug. Ditemani simbah dari Balikpapan, seperti sebelumnya Ayska tenang-tenang saja tak menangis.</p>
<p><span id="more-88"></span>Berat Ayska naik dari 2,7 kg menjadi 3,1 kg. &#8220;Anaknya sehat banget,&#8221; begitu kata dokter anak yang menangani Ayska. Alhamdulillah&#8230;.</p>
<p>Dokter memberi imunisasi polio dan tetap menyarankan menjemur Ayska di bawah sinar matahari pagi.</p>
<p>Sekarang masalahnya ada pada ibunya: sudah dua hari ini setelah semua obat dari RS habis, dia kena bentol-bentol merah seperti alergi. Sekujur tubuh kena bentol-bentol yang gatal ini.</p>
<p>Karena itu, setelah dari dokter kandungan, dokter anak, kami juga ke dokter kulit. Konsultasi sebentar, kemudian dokter menyarankan untuk test alergi. Lumayan mahal test ini tapi hasilnya kita bisa tahu alergi apa saja.</p>
<p>Tak disangka, ternyata ibunya Ayska alergi terhadap duren, coklat, kutu-kutu kecil, udang, dan kepiting. Semua daftar itu adalah makanan kesukaannya dan sudah sering dikonsumsi.</p>
<p>Dokter bilang, bisa jadi makanan itu tak ada masalah ketika sehat. Tapi usai melahirkan ketika kondisi badan tidak fit, alergi bisa terjadi. Sebelum alergi, ibunya Ayska memang sempat makan kerupuk udang dan juga susu coklat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ayska.com/2009/01/kontrol-pertama-ayska-dan-ibunya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pusar Ayska sudah pupak</title>
		<link>http://www.ayska.com/2009/01/pusar-ayska-sudah-pupak/</link>
		<comments>http://www.ayska.com/2009/01/pusar-ayska-sudah-pupak/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jan 2009 01:04:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>administrator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[pupak]]></category>
		<category><![CDATA[puput]]></category>
		<category><![CDATA[pusar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ayska.com/?p=85</guid>
		<description><![CDATA[Rabu 7 Jan 2009, pusar Ayska sudah pupak, alias puput&#8230;apa lagi ya istilahnya&#8230;.Berarti sekitar 7 hari usia Ayska pusarnya sudah puput. Ada bayi yang puput pada usia tiga hari, lima hari, tujuh hari, bahkan sebulan. Jadi memang bervariasi.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rabu 7 Jan 2009, pusar Ayska sudah pupak, alias puput&#8230;apa lagi ya istilahnya&#8230;.Berarti sekitar 7 hari usia Ayska pusarnya sudah puput. Ada bayi yang puput pada usia tiga hari, lima hari, tujuh hari, bahkan sebulan. Jadi memang bervariasi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ayska.com/2009/01/pusar-ayska-sudah-pupak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ayska Di RS Sari Asih</title>
		<link>http://www.ayska.com/2009/01/ayska-di-rs-sari-asih/</link>
		<comments>http://www.ayska.com/2009/01/ayska-di-rs-sari-asih/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jan 2009 05:40:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>administrator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Galeri Foto Ayska]]></category>
		<category><![CDATA[ayska gallery]]></category>
		<category><![CDATA[baru lahir]]></category>
		<category><![CDATA[galeri]]></category>
		<category><![CDATA[galery foto]]></category>
		<category><![CDATA[photo gallery]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ayska.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[Ini beberapa foto Saat Ayska berada di RS Sari Asih. Ayska lahir dengan operasi cesar dan berada di rumah sakit selama lima hari. [nggallery id=1]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini beberapa foto Saat Ayska berada di RS Sari Asih. Ayska lahir dengan operasi cesar dan berada di rumah sakit selama lima hari.</p>
<p><span id="more-61"></span></p>
<p>[nggallery id=1]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ayska.com/2009/01/ayska-di-rs-sari-asih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kuning pada bayi Ayska</title>
		<link>http://www.ayska.com/2009/01/kuning-pada-bayi-ayska/</link>
		<comments>http://www.ayska.com/2009/01/kuning-pada-bayi-ayska/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jan 2009 04:54:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>administrator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Tumbuh Kembang Ayska]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ayska.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Hari kedua kelahiran Ayska, tampak pada muka dan kaki Ayska berwarna kekuning-kuningan, juga pada mata Ayska memancarkan warna kuning. Kuning pada bayi ini pertama kali disampaikan oleh suster RS Sari Asih Ciledug. &#8220;Banyakin kasih ASI nya ya Bu, soalnya Dedek kulitnya warna kuning, tanda kurang cairan,&#8221; begitu kata Suster. Beberapa hari setelahnya, kuning pada Ayska [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari kedua kelahiran Ayska, tampak pada muka dan kaki Ayska berwarna kekuning-kuningan, juga pada mata Ayska memancarkan warna kuning. Kuning pada bayi ini pertama kali disampaikan oleh suster RS Sari Asih Ciledug. &#8220;Banyakin kasih ASI nya ya Bu, soalnya Dedek kulitnya warna kuning, tanda kurang cairan,&#8221; begitu kata Suster.</p>
<p>Beberapa hari setelahnya, kuning pada Ayska masih terlihat walau sudah berkurang. Untuk langkah amannya, saya meminta anak saya ditest darah. Maka, Ayska pun ditest darahnya. &#8220;Jauh sana Bu, jangan liatin ya nanti gak tega,&#8221; kata suster yang mau mengambil sample darah Ayska.</p>
<p>Beberapa jam kemudian, test darah Ayska sudah ada hasilnya. Tes billirubin namanya, untuk mengetahui kadar billirubin (maaf kalau salah ya, belum baca2 lagi soal billirubin nih). Kata suster,  seperti manusia umumnya, setelah sel darah merah menyelesaikan tugasnya maka sel darah merah ini akan hancur. Pada bayi, hancurnya sel darah merah tak langsung bisa diatasi oleh hati karena fungsi hati belum maksimal.</p>
<p>Kadar billirubin Ayska 13,5 persen, masih normal sebenarnya tapi sudah termasuk tinggi. Kata suster, kadar normal pada 20 (satuannya apa ya? belum cek lagi hehehe).  Kalau sudah kadar 20, bayi harus segera diatasi dokter. Jika sampai angka 20, kuning pada bayi sudah masuk level bahaya. Karena itu, jika bayi Anda berwarna kuning, terutama pada matanya juga ikut kuning, segeralah periksakan ke dokter, jangan dianggap remeh.</p>
<p>Untuk kadar 13,5, Ayska hanya mendapat puyer untuk diminumkan? Hah? bayi harus minum puyer? Sampai di rumah, untung ada kakak yang dari Pekalongan, seorang bidan, Tri Nafaroh namanya, yang akhirnya menangani pemberian puyer ini.</p>
<p>Ternyata, puyer itu hanya dikasih air sedikit sehingga membentuk bubur, kemudian disendoki dimasukkan ke mulut Ayska&#8230;.nyam&#8230;nyam&#8230;nyam&#8230;di luar dugaan, Ayska sangat menyukainya&#8230;.puyer ini merupakan makanan non-ASI pertama yang pernah dimakan Ayska.</p>
<p>Selain diberi puyer, setiap pagi antara pukul 07.00 sd 08.00, Ayska dijemur di bawah panas matahari yang hangat. Setelah satu minggu, kuning pada Ayska telah hilang. Alhamdulillah&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ayska.com/2009/01/kuning-pada-bayi-ayska/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Makanan favorit ibuku: daun katu!</title>
		<link>http://www.ayska.com/2009/01/makanan-favorit-ibuku-daun-katu/</link>
		<comments>http://www.ayska.com/2009/01/makanan-favorit-ibuku-daun-katu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jan 2009 04:24:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>administrator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Tumbuh Kembang Ayska]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ayska.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Dalam masa-masa menyusui aku, ibuku harus bisa memberi air ASI yang tidak haya higienis tapi juga harus full. Maka, untuk mendukung produksi air ASI yang memadai, salah satu makanan favorit ibuku adalah sayur daun katu. Tiap pagi, karena di depan rumahku juga ada tetangga yang sedang menyusui, ibuku selalu berebut daun katu di paman sayur [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam masa-masa menyusui aku, ibuku harus bisa memberi air ASI yang tidak haya higienis tapi juga harus full. Maka, untuk mendukung produksi air ASI yang memadai, salah satu makanan favorit ibuku adalah sayur daun katu.</p>
<p><span id="more-40"></span></p>
<div id="attachment_43" class="wp-caption alignleft" style="width: 259px"><a href="http://ayska.com/wp-content/uploads/2009/01/daunkatu.jpg"><img class="size-full wp-image-43" title="daun katu" src="http://ayska.com/wp-content/uploads/2009/01/daunkatu.jpg" alt="daun katu" width="249" height="268" /></a><p class="wp-caption-text">daun katu</p></div>
<p>Tiap pagi, karena di depan rumahku juga ada tetangga yang sedang menyusui, ibuku selalu berebut daun katu di paman sayur yang lewat. Hehehehe biat paman yang jualan sayur, ditambah donk bawaan daun katunya. Yang masak daun katu ini simbah saya lho, dengan taburan garam, gorengan bawang merah, dll maka jadilah sayur daun katu yang menggiurkan. Kadang ditambah dengan gambas (ah apa ya bahasa lainnya? oyong?) dan bayam sehingga daun katu ini memang menyegarkan buat ibu menyusui maupun orang-orang biasa.</p>
<p>Dibawah ini tentang daun katu, dikutip dari iptek. net. id:</p>
<table style="height: 1px;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="500">
<tbody>
<tr>
<td class="p" width="455" height="1" align="left" valign="top">
<blockquote>
<h2><strong>Katu</strong></h2>
<p><em>(Sauropus androgynus (L,) Merr.)</em></p></blockquote>
</td>
</tr>
<tr>
<td class="p" width="245" height="19" align="center">
<blockquote>
<p align="left"><strong>Sinonim :</strong><br />
Sauropus albicus BL.  Sauropus sumatranus Miq  Sauropus indicus Wight.</p></blockquote>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="455" height="19" align="center">
<blockquote>
<p align="left"><strong>Familia :</strong><br />
Euphorbiaceae.</p></blockquote>
<blockquote>
<p align="left"><strong>Uraian :</strong><br />
Tanaman perdu, tinggi 2-5 meter. Batang berkayu, bulat, bekas daun tampak jelas, tegak, daun muda berwarna hijau dan setelah tua berwarna cokelat kehijauan. Daun majemuk, bulat telur, ujung runcing, pangkal tumpul, tepi rata, panjang 1-6 cm, lebar 1-4 cm, pertulangan menyirip, warna hijau. Bunga majemuk bentuk payung di ketiak daun, mahkota bulat telur, warna ungu. Buah buni, bulat, beruang tiga, diameter Iebih kurang 1,5 mm, warna hijau keputih-putihan.</p></blockquote>
<blockquote><p><strong>Nama Lokal :</strong><br />
NAMA SIMPLISIA: Sauropi Folium; Daun Katu.  Sauropi Radix; Akar Katu.</p></blockquote>
<blockquote style="text-align: left;"><p><span style="font-family: Verdana; color: #000080; font-size: x-small;"><strong>Penyakit Yang Dapat Diobati :</strong><br />
Sifat Khas Manis, mendinginkan, dan membersihkan darah. Khasiat Antipiretik dan laktagog. PENELITIAN Tjandra Sridjaja Pradjonggo, Wahjo Dyatmiko, Troet Soemarno, dkk. Universitas Airlangga. Telah melakukan penelitian daun Katu terhadap gambaran histologi kelenjar susu mencit betina menyusui. Hasil penelitian tersebut adalah sebagai berikut. 1. Kelompok hewan yang diberi 0,5 ml infus 10% dan kelompok yang tidak diberi infus ada perbedaan yang bermakna. 2. Kelompok hewan yang diberi 0,5 ml infus 20% dan kelompok yang tidak diberi infus ada perbedaan yang bermakna. 3: Kelompok hewan yang diberi 0,5 ml infus 20% dan kelompok yang diberi infus 10% ada perbedaan yang bermakna. Djuniati Kustifah, 1991. Jurusan Biologi, FMIPA UNAIR. Telah melakukan penelitian pengaruh infus daun Katu terhadap produksi air susu mencit. Dari hasil penelitian tersebut ternyata infus daun secara per oral dapat meningkatkan kuantitas produksi air susu mencit. Agik Suprayogi, 1993. Fakultas Kedokteran Hewan IPB Telah melakukan penelitian pengaruh pemberian daun Katu terhadap peningkatan produksi susu kambing. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata larutan ekstrak daun Katu 20% yang diberikan secara in vitro dapat meningkatkan produksi air susu &gt; 20%. kamposisi susu tidak berubah, terjadi peningkatan aktifitas metabolisme glukosa sebesar &gt; 50%.</span></p></blockquote>
<blockquote style="text-align: left;"><p><span style="font-family: Verdana; color: #000080; font-size: x-small;">BAGIAN YANG DIGUNAKAN<br />
Daun dan akar.</span></p>
<p>KEGUNAAN<br />
Daun:<br />
1. Demam<br />
2. Pelancar ASI<br />
3. Suara parau.</p>
<p>Akar:<br />
1. Demam<br />
2. Kencing sedikit<br />
3.    Lepra (obat luar).</p>
<p>RAMUAN DAN TAKARAN<br />
Demam dan Kencing Sedikit<br />
Ramuan:<br />
Akar Katu   4 gram<br />
Air   110 ml</p>
<p>Cara pembuatan:<br />
Dibuat infus.</p>
<p>Cara pemakaian:<br />
Diminum 2 kali sehari, tiap kali minum 100 ml.</p>
<p>Lama pengobatan:<br />
Diulang selama 4 hari.</p>
<p>Pelancar ASI<br />
Daun Katu segar beberapa helai, dibuat sayuran. Selain daun Katu dapat digunakan daun Bayam, daun Lembayung, daun Sawi, Kacang Panjang, Kacang Koro, Jantung Pisang, buah Labu Air, buah Labu Merah, dan lain lain. Semua itu dijadikan sayuran dan dimakan secara bergantian. Makan harus teratur dan dipilih makanan yang bergizi.</p></blockquote>
<blockquote style="text-align: left;"><p><span style="font-family: Verdana; color: #000080; font-size: x-small;"><strong>Komposisi :</strong><br />
Senyawa steroid dan senyawa polifenol.</span></p></blockquote>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ayska.com/2009/01/makanan-favorit-ibuku-daun-katu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
